BAYAR LEBIH MAHAL UNTUK HAL YANG SEHARUSNYA TIDAK PERLU
Di pintu masuknya, dia pasang tarif ticket Rp. 300.000/orang tetapi tidak ada 1 orangpun yang masuk.....
Karena beberapa lama tidak ada pengunjung maka harga ticketpun ia turunkan menjadi Rp. 200.000 dan tetap tidak 1 orangpun juga mau masuk....
Dikarenakan masih tidak tidak ada juga pengunjung akhirnya ia kembali turunkan tarif ticket menjadi Rp. 100.000, dengan harapan ada yang mau masuk. Akan Tetapi tetap tidak ada pengunjung yang mau masuk !!
Lelah terus menunggu, Akhirnya di tulislah pengumuman :
*"MASUK GRATIS"*
Kemudian banyak orang yang rebutan masuk.
Ketika pengunjung di dalam penuh, si owner ini membuka semua pintu kandang binatang buas Singa..., Harimau..., Serigala..., Ular.... & pintu keluarnya sudah di Kunci !
Lalu Di pintu keluar di tulis :
*"KELUAR BAYAR Rp. 5.000.000,-"*
Banyak orang berebut bayar..
Inilah ironi kehidupan.... Ketika ditawarkan untuk hidup sehat, komsumsi nutrisi penunjang kesehatan ( olahraga, minum air putih, komsumsi nutrisi kesehatan dlm upaya pencegahan penyakit) banyak orang yang tidak mau....
Tapi kalau sudah masuk RS, berapapun mahalnya biaya RS, pasti akan dibayarnya untuk dapat sembuh, sekalipun harus jual asset atau berhutang...
Katanya, saling mengingatkan itu baik... Mencegah jauh lebih murah daripada Mengobati...
CINTA SI TUKANG POS
Strategi Investasi Saham Ala Warren Buffet
Hidup adalah Tanggung Jawab

Si pemuda berkata sendiri, “Semua kenikmatan duniawi telah aku cicipi. Aku kaya raya, pernah bepergian ke tempat-tempat indah di seluruh dunia dan menikmati semua makanan lezat serta kenikmatan yang dapat dibeli dengan uang. Saat ini aku sungguh tidak bahagia. Anak kesayanganku meninggal dunia, istriku pun pergi meninggalkan aku. Lalu, untuk apalagi aku hidup di dunia ini? Biarpun aku memiliki harta kekayaan, tetapi hatiku kosong dan menderita.” Setelah itu, si pemuda tampak bersiap-siap menceburkan diri ke dalam sungai, bunuh diri.
Pada saat yang bersamaan, seorang pengemis berpakaian kumal menghampiri dia. “Tuan yang baik, tolong beri saya sedikit uang untuk makan. Saya doakan semoga Tuan selalu sehat dan berumur panjang.”
Mendengar permintaan pengemis itu, si pemuda segera mengeluarkan dompet dari sakunya. Ia mengambil semua uang yang ada dan memberikannya kepada si pengemis sambil berkata, “Ambillah semua uang ini.”
“Semua ini?” Tanya si pengemis tidak percaya.
“Iya, ambillah semua. Karena di tempat yang akan kutuju, aku tidak lagi memerlukannya,” kata si pemuda sambil mengalihkan pandangannya kembali ke arah sungai di bawah jembatan.
Si pengemis rupanya merasakan sikap pemuda yang agak janggal. Ia memegang dan memandangi uang itu sejenak, kemudian cepat-cepat dikembalikannya uang itu sambil berkata, “Tidak ah, tidak jadi. Aku memang seorang pengemis, tetapi aku bukan seorang pengecut dan aku tidak akan mengambil uang dari seorang pengecut. Ini, bawalah uang ini bersamamu ke sungai itu.” Pengemis itu pun segera pergi dari sana sambil berteriak lantang, “Selamat tinggal tuan pengecut!”
Mendengar ucapan si pengemis, pemuda itu terpana kaget. Perasaan puas dan bahagia sejenak yang dirasakan karena bisa memberi uang ke pengemis, lenyap seketika. Dia sangat ingin si pengemis menerima pemberiannya, apalagi di saat ia akan mengakhiri hidupnya, tetapi itu pun tidak bisa.
Tiba-tiba, pemuda itu sadar, ternyata dengan memberi kepada orang lain, telah membuat dirinya merasa bahagia. Ini merupakan sebuah perasaan dan pengetahuan baru bagi pemuda itu. Kemudian, dia kembali memandang ke arah sungai itu sekali lagi, lantas berpaling dan berjalan pergi mengejar si pengemis. Dia ingin mengucapkan terima kasih dan memberitahu bahwa dia tidak akan menjadi seorang pengecut. Dia berjanji di dalam dirinya, bahwa dia akan kembali berjuang, untuk mendapatkan kebahagiaan dengan memberi kepada orang-orang yang membutuhkan.
Sahabat luar biasa,
Begitu mengenaskan mendengar orang mengakhiri hidupnya dengan jalan pintas. Dan terasa lebih mengenaskan lagi kalau kita mendengar orang bunuh diri hanya gara-gara masalah sepele. Keberanian harus diletakkan dalam porsi yang benar. Selayaknya kaya mental yang tertanam adalah ”berani hidup”, bukan ”berani mati”.
Kita melakukan itu semua karena sebuah alasan yakni hidup adalah tanggung jawab! Laksana seorang pejuang, apapun medan pertempuran di depan yang akan kita hadapi, kita punya kewajiban untuk menyelesaikannya. Kita punya tanggung jawab untuk menjalaninya. Apapun hasil nantinya, nilai kenikmatan sejati sebenarnya terletak pada proses perjuangan itu sendiri. Apalagi, jika hasil perjuangan itu bermakna pula bagi orang lain.
Karena itu, hidup akan jauh lebih bermakna jika kita bisa memberi sesuatu kepada orang lain. Itulah salah satu bentuk tanggung jawab kita sebagai manusia. Dan jika ini kita sadari sepenuhnya dan kita perjuangkan dengan tekad kuat dilandasi ketulusan hati, maka kesuksesan yang kita raih akan jauh lebih berarti. Dengan begitu, saat menghadapi tantangan, mental kita akan semakin terlatih dan siap menghadapinya dengan penuh keberanian. Mari, jauhkan diri dari sikap berani mati secara pengecut, tetapi kita harus berani hidup secara Ksatria, maka hidup akan jauh lebih bernilai.
Salam Sukses, Luar Biasa!!
diambil dari http://www.andriewongso.com/hidup-adalah-tanggung-jawab/
KASIH IBU by Andre Wongso
sayangnya, ia hanya memiliki kemampuan berpikir layaknya anak
berumur di bawah 10 tahun. Ibunya dengan penuh kasih memelihara dan
mendidik si anak agar kelak bisa hidup mandiri dengan baik, terlebih
karena ia merasa anaknya punya kemampuan berpikir yang sangat
minim.Si anak sangat mencintai ibunya. Suatu hari dia berkata, "Ibu,
aku sangat senang melihat ibu tertawa, wajah ibu begitu cantik dan
bersinar. Bagaimana caranya agar aku bisa membuat ibu tertawa setiap
hari?""Anakku, berbuatlah baik setiap hari. Maka, ibu akan tertawa
setiap hari," jawab si ibu. "Lantas, bagaimana caranya berbuat baik
setiap hari?" tanya si anak. "Berbuat baik adalah jika kamu bekerja,
bekerjalah dengan sungguh-sungguh. Bantulah orang lain terutama
orang-orang tua yang perlu dibantu, sakit atau kesepian. Kamu bisa
sekadar menemani atau membantu meringankan pekerjaan mereka.
Perlakukanlah orang-orang tua itu sama seperti kamu membantu ibumu.
Pesan ibu, jangan menerima upah ya. Setelah selesai membantu,
mintalah sobekan tanggalan dan kumpulkan sesuai urutan nomornya.
Kalau nomornya urut artinya kamu sudah berbuat baik setiap hari,
dengan begitu ibu pun setiap hari pasti akan senang dan tertawa," jawab
si ibu sambil membelai sayang anak semata wayangnya. Sejak ibunya
meninggal, karena kenangan dan keinginannya melihat ibunya tertawa,
setiap hari sepulang kerja, dia berkeliling kampung membantu orangorang
tua, kadang memijat, menimba air, memasakkan obat, atau
sekadar menemani dengan senang dan ikhlas. Bila ditanya orang kenapa
hanya sobekan tanggalan yang diterimanya setiap hari? Dia pun
menjawab, "Karena setiap hari, setibanya di rumah, sobekan tanggalan
yang aku kumpulkan, kususun sesuai dengan nomor urutnya. Maka
setiap hari aku seakan bisa mendengar Ibuku sedang melihatku dan
tertawa bahagia di atas sana." Si pemuda yang berpikiran sederhana itu
telah menjadi sahabat banyak orang di desa. Sehingga suatu ketika, atas
usul dari seluruh warga, karena kebaikan hatinya, dia dianugerahi oleh
pemerintah bintang kehormatan dan dana pensiun selama hidup untuk
menjamin tekadnya, yakni agar setiap hari bisa membantu orang lain di
sisa kehidupannya. Untuk kehidupan saat ini, memang rasanya cukup
sulit untuk menemukan orang yang membantu orang lain tanpa ada
keinginan untuk menerima balasan. Padahal, esensi kehidupan manusia
sebenarnya adalah saling bantu membantu, menolong dan ditolong.
Padahal sebenarnya, bila kita bisa berbuat baik dan membantu orang
lain sesuai dengan yang dibutuhkan, akan memberikan rasa yang nikmat
Sekali. Tentu, untuk berbuat baik dan membantu orang lain ini
.membutuhkan kesadaran, latihan, dan membiasakan diri terus menerus.
Karena itu, mari kita praktekkan pepatah sederhana ini: Tiap hari
melakukan satu kebaikan. Dengan begitu, hidup akan terasa lebih
hidup, dan akan kita dapatkan kebahagiaan yang sebenarnya.
Disadur dari www.andriewongso.com
CALENDER FOREX HARI INI
FOREX, SAHAM dan DERIVATIF
Salam Profit
LINK OPTION & STOCK
* Home* Dow Jones Component
* Nasdaq Component
* S & P Component
* Historical Price
* Stock Research Centre
* Currency
* Stock Market* Stock Signal
* Forex Market

* Finviz
* Stock Consultant
* Berita Reuters
* Power Rating
* Upgrades & Downgrades* Earnings Guides
* Nasdaq
* Quotes

* American Bulls
* Masuk Optionsxpress.comYour Life Is Important
Digg!
Mungkin keadaan yang datang dalam kehidupan kita hari ini tidak semudah yang kita harapkan. Mungkin apa yang kita impikan masih jauh dari jangkauan kita. Mungkin kesuksesan yang demikian dekat dan mudah diucapkan di mulut, tetapi realitasnya terasa begitu jauh dari genggaman. Demikianlah, kehidupan memang tidak selalu menghadirkan keadaan sesuai dengan yang kita inginkan, tetapi satu hal yang harus kita pelihara adalah keyakinan akan masa depan gemilang. Keyakinan dalam hati dan pikiran masa depan Anda adalah cemerlang.
Kita manusia diciptakan di muka bumi ini dengan segala kelebihan dan kesempurnaan dibandingkan dengan makhluk lainnya. Dengan segala kelebihannya, kehadiran kita memiliki tujuan mulia menjadi wakil Allah dalam memberikan kemajuan dan kesejahteraan bagi kehidupan dan alam semesta. Maka lebih baik bercita-cita yang tinggi dan berpikiran maju, karena setiap langkah kita di muka bumi ini haruslah langkah-langkah bagi kemajuan dan kesejahteraan. Ingatlah, jangan sekali-kali meremehkan kemampuan dalam diri kita. Karena sesungguhnya di dalam diri kita sudah tersimpan potensi luar biasa yang siap untuk dibangunkan. Maka temukanlah cara-cara untuk membangunkan kekuatan naga dalam diri kita, untuk menjadikan kehidupan kita luar biasa.
Dalam diri setiap manusia, sudah memiliki sifat-sifat ingin menjadi manusia yang hebat, ingin menjadi pemimpin, ingin menjadi seorang yang mulia, ingin membantu banyak orang lain, ingin banyak berbuat kebaikan, ingin menegakkan keadilan, dll. Inilah hakekat suara hati manusia yang diberikan oleh Allah Tuhan Yang Maha Kuasa, yang menjadi modal bagi keberhasilan dan kecermerlangan hidup kita. Maka dengarkan suara-suara hati terdalam dan berani memperjuangkannya dalam kehidupan. Jadikanlah keinginan-keinginan suara hati sebagai sumber energi dan motivasi dari dalam diri menuju kehidupan yang penuh potensi dan keagungan.
Hidup Anda terlalu penting untuk dibiarkan berlalu dengan hanya melakukan kegiatan yang kurang penting. Jangan biarkan keadaan yang datang tidak sesuai harapan menjadi pembenaran bagi terbenamnya potensi kuasa dalam diri Anda. Karena kita semua memiliki hak untuk menjadi Sukses luar biasa dan menggapai impian-impian besar. Maka segeralah membangkitkan sumber energi dan potensi dalam diri untuk mengambil hak Sukses Anda dalam kehidupan. Ingatlah bahwa Allah Yang Maha Mulia sudah membekali sumber sifat-sifat kemuliaan yang tertanam atau "built in" dalam hati kita. Dengarkan suara hati Anda dan gunakanlah sebagai sumber energi motivasi dalam kehidupan. Pupuklah terus hingga menghasilkan dorongan kekuatan sekaligus motivasi yang maha dahsyat dari dalam diri.
Mulailah untuk membiasakan hati Anda bertanya kedalam diri, mengenali diri sendiri lebih dalam dengan pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
Apakah tujuan tertinggi kehidupan Anda ?
Apakah impian besar yang ingin Anda raih dalam kehidupan Anda ?
Kehidupan seperti apakah yang ingin Anda wariskan dan dikenang oleh generasi setelah Anda ?
Temukan panggilan hati sesuai dengan suara hati terdalam dalam diri Anda. Perjuangkanlah itu sebagai sumber keberanian dan kekuatan dalam mencapai kesejatian diri Anda yang bernilai tinggi. Sadarilah bahwa kehidupan dunia ini menjadi sebuah kesempatan, amanah, sekaligus ujian yang penuh tantangan dan menggairahkan bagi diri kita. Ingatlah Allah Yang Maha Besar yang telah menciptakan Anda dengan sedemikian sempurnanya, ingin menjadikan hidup Anda adalah penting. Maka temukanlah panggilan hati Anda, kemudian perjuangkan dengan penuh keyakinan hati untuk meraih masa depan yang cemerlang.
Kekuatan suara hati akan mempengaruhi pikiran bawah sadar atau "unconcius mind" yang seringkali merupakan sebuah sugesti, sehingga melahirkan energi dahsyat yang sangat berguna sebagai penuntun meraih kecemerlangan dalam diri kita. Bangkitkan energi motivasi itu agar mengalir membakar semangat Anda. Ia ingin energi dan kreativitas yang bersumber dari suara hati itu mengalir mencari jalan untuk mencapai cita-cita tertinggi Anda. Ikutilah suara hati yang bersumber dari Tuhan Sang Maha Besar. Ekspresikan suara hati keagungan dalam kehidupan melalui tindakan nyata untuk mencapai cita-cita terbesar dalam diri Anda. Karena hidup Anda adalah penting. Hidup Anda dirancang untuk meraih kemenangan. Hidup Anda memiliki tujuan mensejahterakan kehidupan dan alam semesta ini. SEMOGA BERMANFAAT.
diambil dari web http://aneh-tapi-nyata.blogspot.com/2009/04/pohon-terbesar-di-dunia.html
Salah satu dari pohon-pohon paling tinggi di dunia dari jenis Giant Sequoia ini memiliki ketinggian mencapai 85 meter. Umurnya diperkirakan antara 2200 hingga 2700 tahun. Pohon ini diberi nama "Jenderal Sherman", diperkirakan bukan hanya merupakan salah satu yang tertinggi , tapi juga merupakan jenis Sequoia yang terbesar dalam hal volume-nya. Di tahun 2002 pohon ini pernah terukur volumenya yang sebesar 1487 meter kubik.
Diukur dari dimensinya, pohon Sherman ini mengindikasikan menjadi semakin besar tiap tahunnya. Diameternya 1,4 meter di atas tanah adalah 7,7 meter, diameter 18 meter di atas tanah adalah 5,3 meter, diameter 55 meter di atas tanah adalah 4,3 meter, dan ketinggian dahan pertama dari atas tanah adalah sekitar 40 meter.
Yang menarik, dahan terbesarnya patah pada tahun 2006. Bentuknya seperti huruf "L" menghunjam dari kira-kira seperempat ketinggian pohon. Dahan ini mempunyai diameter 2 meter dengan panjang 30 meter dan menghancurkan pagar yang dibuat di sekelilingnya. Meski demikian tetap saja pohon ini masih menjadi makhluk hidup terbesar di muka bumi yang masih hidup.
Daun Sirsak vs Kemoterapi (Ribuan Kali Lebih Kuat)
Mengobati Kanker Serviks
‘Selamat ya, sudah hamil.’ Yanti Sumiati bertubi-tubi menerima ucapan itu dari rekan kerja, tetangga, dan saudara pada Mei 2010. Perutnya membesar. Banyak orang menerka ia hamil 5 bulan. Hati Yanti justru remuk‑redam. Sebab, bukan janin dalam kandungan, tetapi kanker serviks yang merenggut nyawa seorang perempuan setiap 4 menit.
Yanti Sumiati mengetahui kanker serviks itu ketika ia memeriksakan diri di sebuah klinik di Warungbuncit, Kotamadya Jakarta Selatan. Bagian bawah perut sakit, ‘Seperti ditusuk-tusuk, nyeri sekali,’ kata perempuan kelahiran Bogor, Jawa Barat, 20 Agustus 1978 itu. Rasa sakit menjalar ke kaki kiri. Kondisi itulah yang mendorong Yanti bergegas ke dokter spesialis kandungan dan kebidanan, dr Slamet Zaeny SpOG, pada 6 Mei 2010.
Dokter yang memindai Yanti menggeleng-gelengkan kepala. ‘Lihat di monitor, kankernya sebesar kepala bayi,’ kata dr Slamet Zaeny SpOG seperti diulangi oleh Yanti. Kadar CA – indikator adanya sel kanker – 113,39 U/ml; normal, kurang dari 35 U/ml. Sambil berbaring, ia memandangi layar pemindai. Dokter menyarankan Yanti menjalani operasi. Namun, anak ke-3 dari 6 bersaudara itu memilih jalan lain. Sebab, sebelum pemeriksaan itu pada April 2008 ia menjalani operasi untuk mengatasi kista.
Namun, 2 tahun berselang ia terserang kanker serviks. Gejala munculnya kista sama persis dengan kanker serviks itu. Perempuan 32 tahun itu memilih pengobatan herbal. Ia mendatangi herbalis dan diberi 3 jenis herba dalam kapsul untuk sebulan. Sayang, Yanti yang membayar Rp9-juta tak mengetahui jenis tanaman obat yang ia konsumsi.
Batal operasi
Yanti disiplin mengonsumsi 3 kapsul herba itu 3 kali sehari. Namun, tanda-tanda kesembuhan tak kunjung muncul. Malahan perut kian membesar dan nafsu makan hilang. Warga Kelurahan Kebagusan, Kecamatan Pasarminggu, Jakarta Selatan, itu juga mengalami insomnia dan merasa serbasalah: miring ke kiri sel kanker yang membesar ikut ke kiri, ke kanan, turut ke kanan. Keadaan itu menyebabkan Yanti memutuskan untuk menjalani operasi pada 10 Agustus 2010.
Sehari sebelumnya, ia menemui kedua orangtuanya di Ciampea, Kabupaten Bogor. Ketika itulah Yanti berjumpa dengan tetangganya, pendiri Pusat Studi Biofarmaka Institut Pertanian Bogor, Prof Dr Ervizal AM Zuhud MS. Zuhud mempunyai informasi tentang khasiat daun sirsak dari beberapa hasil penelitian di mancanegara. Guru besar Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor itu menyarankan agar Yanti mengonsumsi daun sirsak. Keesokan harinya, Yanti membatalkan operasi dan merebus 10 lembar daun sirsak segar dalam 3 gelas air hingga mendidih.
Setelah rebusan dingin, ia meminumnya. Frekuensi 3 kali sehari masing-masing segelas. Istri Fery Firmansyah itu juga menyantap daging buah sirsak sekali sehari. Ia memotong 4 bagian buah berukuran sedang, bobot 6 – 7 ons. Sepotong buah Annona muricata cukup untuk sehari. Pada 24 Agustus 2010, ia kaget bukan kepalang ketika mudah menarik risleting dan mengancingkan celana. Semula bukan hal gampang untuk mengenakan celana akibat perut yang kian membesar. Ia benar-benar baru sadar bahwa perut mengempis.
Pagi itu ia mencoba tidur, tetapi perutnya tanpa gelambir seperti sebelumnya. Ia miring ke kiri dan ke kanan beberapa kali, tetapi tak ada gumpalan dalam perut yang mengikuti gerakan seperti sebelumnya. ‘Saya menangis karena saking senangnya,’ kata perempuan yang menikah pada 2007 itu. Sembuh? Begitulah dugaan Yanti. Sebulan berselang ia menemui dokter spesialis kandungan dan kebidanan. Hasil pemindaian menunjukkan tak ada lagi berjalan di serviks.
Menurut dokter sekaligus herbalis di Jakarta Timur, dr Willie Japaries MARS, hilangnya sel kanker dari serviks Yanti dapat melalui berbagai jalan seperti luruh bersama urine atau feses. Namun, menurut Yanti selama 14 hari konsumsi daun dan buah sirsak hingga perut mengempis, tak ada perubahan warna atau bentuk feses dan urine. Japaries mengatakan cara lain detoksifikasi adalah melalui keringat.
‘Pikiran saya lepas. Saya senang banget,’ katanya dengan wajah berbinar. Setelah perutnya mengempis, Yanti lahap setiap kali makan sehingga tubuh kian segar. Insomnia juga sirna sehingga kini ia bisa tidur nyenyak. Meski begitu hingga kini ia tetap mengonsumsi segelas rebusan daun sirsak sekali sehari.
10.000 kali
Perubahan kondisi perut yang semula seperti perempuan hamil lalu mengempis hanya dalam 2 pekan itu sangat cepat. Semula Zuhud memprediksi, perubahan itu baru tercapai setelah 3 bulan Yanti rutin mengonsumsi daun kerabat srikaya itu. Prediksi 90 hari itu berdasarkan informasi yang ia peroleh di internet.
Yanti Sumiati bukan satu-satunya yang merasakan khasiat daun anggota famili Annonaceae. Contoh lain, Sri Haryanto di Yogyakarta yang mengidap kanker prostat dan Yulisnawati (kanker payudara di Palembang, Sumatera Selatan).
Dokter juga menyarankan operasi pada Yulisnawati. Namun, ia lebih memilih mengonsumsi rebusan segelas daun sirsak 3 kali sehari. Dua bulan berselang, kondisi kesehatannya kian membaik. Yulisnawati belum mengecek ulang kondisi kanker. Pada kasus Haryanto, dokter tak menyarankan operasi karena usia pasien lanjut, 70 tahun. Haryanto yang juga herbalis itu mengonsumsi jus buah sirsak (baca: Sirsak Stop Kanker Prostat, halaman 18)
Selain ke-3 jenis kanker – serviks, payudara, dan prostat, daun sirsak juga terbukti secara ilmiah mengatasi antara lain kanker paru-paru, ginjal, pankreas, dan usus besar. Begitulah hasil riset peneliti di Sekolah Farmasi Purdue University, Indiana, Amerika Serikat, Jerry L McLaughlin. Peneliti yang memperoleh daun sirsak dari Garut, Jawa Barat, itu membuktikan bahwa daun Annona muricata manjur mengatasi 7 sel kanker. Daun sirsak yang selama ini terabaikan itu ternyata mujarab mengganyang sel kanker.
Ada apa di balik itu? Peneliti di Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung, Prof Soelaksono Sastrodihardjo PhD yang meriset daun sirsak bersama Jerry L McLaughlin menemukan senyawa aktif acetogenins. Mereka melakukan uji praklinis dengan memanfaatkan beragam sel kanker seperti sel kanker paru-paru dan pankreas. ‘Tujuan penelitian, mengembangkan ilmu pengobatan untuk mengatasi kanker,’ kata doktor Biologi alumnus Champaign Urbane University, Amerika Serikat, itu.
‘Acetogenins menghambat ATP (adenosina trifosfat, red). ATP sumber energi di dalam tubuh. Sel kanker membutuhkan banyak energi sehingga membutuhkan banyak ATP,’ kata Sastrodihardjo. Acetogenins masuk dan menempel di reseptor dinding sel dan merusak ATP di dinding mitokondria. Dampaknya produksi energi di dalam sel kanker pun berhenti dan akhirnya sel kanker mati. Hebatnya acetogenins sangat selektif, hanya menyerang sel kanker yang memiliki kelebihan ATP. Senyawa itu tak menyerang sel-sel lain yang normal di dalam tubuh. ‘Acetogenins mengganggu peredaran sel kanker dengan cara mengurangi jumlah ATP. Hal ini yang membuat senyawa dalam daun sirsak dianggap selektif dan hanya memilih sel kanker untuk diserang,’ kata Sastrodihardjo.
Bukan hanya selektif, acetogenins juga dahsyat! The Journal of Natural Product membeberkan riset Rieser MJ, Fang XP, dan McLaughlin, peneliti di AgrEvo Research Center, Carolina Utara, Amerika Serikat, bahwa daun sirsak membunuh sel-sel kanker usus besar hingga 10.000 kali lebih kuat dibanding adriamycin dan kemoterapi.
Adriamycin yang mempunyai nama generik doxorubicin merupakan obat untuk mengatasi berbagai jenis kanker seperti leukemia, kanker prostat, kanker paru-paru, dan kanker pankreas. Sedangkan kemoterapi merupakan cara pengobatan kanker dengan jalan memasukkan zat atau obat yang mempunyai khasiat membunuh sel kanker.
Menurut peneliti di Cancer Chemoprevention Research Center Universitas Gadjah Mada (CCRC–UGM), Nur Qumara Fitriyah, riset McLaughlin menunjukkan dengan dosis kecil saja, daun sirsak efektif memberangus sel kanker. Berdasarkan riset McLaughlin ED50 ekstrak kasar daun sirsak < 20 µg/ml, sedangkan ED50 senyawa murni cuma < 4 µg/ml. Artinya dengan dosis rebusan 10 – 15 daun sirsak masih aman dikonsumsi.
Tren sirsak
Menurut Ervizal AM Zuhud penelitian sirsak sempat ditutupi-tutupi selama 10 tahun karena ‘mengancam’ kelangsungan hidup kemoterapi dan industri kimia. Apalagi harga sirsak murah. Hasil penelitian itu, ‘Baru tersebar setelah keluarga dari seorang peneliti mengidap kanker dan mempublikasikan di dunia maya,’ kata kepala Bagian Konservasi dan Keanekaragaman Tanaman, Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, itu.
Berbagai lembaga riset di tanahair juga mulai menguak rahasia daun sirsak dan kerabatnya. Sekadar menyebut contoh, periset di Pusat Studi Biofarmaka IPB, Prof Dr Latifah K Darusman, hingga kini meriset komponen kimia yang dominan di daun sirsak. Sedangkan peneliti di Universitas Gadjah Mada, Prof Dr Sismindari, meriset khasiat biji dan daun srikaya yang kaya ribosome inactivating protein (RIP). ‘RIP mampu merusak sintesis protein pada sel yang sedang tumbuh sehingga mati,’ kata Sismindari.
Konsumsi daun sirsak bukan hanya untuk para pasien, tetapi juga baik bagi orang sehat. Menurut Ervizal AM Zuhud, kasiat daun sirsak bagi orang sehat, ‘Menambah kekebalan tubuh dan mencegah asam urat. Bagi pria, daun sirsak menambah jumlah dan memperkuat sperma.’ Di Indonesia kini para dokter dan herbalis meresepkan daun sirsak kepada para pasien. Ada yang meresepkan secara tunggal – hanya daun sirsak, tetapi ada pula yang meracik kombinasi daun sirsak dengan herbal lain seperti rimpang temuputih dan sambiloto. Mereka meresepkan daun sirsak antara lain untuk mengatasi beragam kanker.
Herbalis di Yogyakarta, Lina Mardiana meresepkan daun atau buah sirsak terutama sebagai pengganti kemoterapi pada pasien kanker. ‘Khasiat daun atau buah sirsak itu untuk mengeliminasi radikal bebas, mengeringkan sel kanker, menyembuhkan peradangan di dalam tubuh, dan terutama meningkatkan stamina pasien agar tubuh tidak lemah,’ kata Lina Mardiana. Para dokter dan herbalis seperti Valentina Indrajati di Bogor, Jawa Barat, memilih daun yang sedang – tak terlalu tua dan tak terlampau muda. Dari pucuk, kira-kira daun di baris ke-4 hingga ke-6.
Dari pucuk, kira-kira daun di baris ke-4 hingga ke-6.
Para herbalis meresepkan daun sirsak bukan melulu untuk mengatasi sel kanker. Herbalis di Gegerkalong, Kotamadya Bandung, Jawa Barat, H Sarah Kriswanty, misalnya, meresepkan daun sirsak untuk mengatasi bronkhitis dan kejang. Sedangkan Lina Mardiana meresepkan daun sirsak untuk pasien yang menderita peradangan, misalnya radang tenggorokan, usus, pencernaan, ambeien (baca: Sentosa Karena Graviola halaman 24).
Menurut dr Willie Japaries MARS yang juga meresepkan daun sirsak, daun Annona muricata bersifat netral sehingga sesuai untuk mengatasi beragam jenis kanker. Herbalis lain yang juga meresepkan daun sirsak antara lain dr Prapti Utami di Jakarta Selatan dan Maria Andjarwati (Kelapagading, Jakarta Utara. Para herbalis dan dokter itu sebagian besar meresepkan daun sirsak baru pada 2 – 4 tahun silam. Pada umumnya mereka tak meracik, tetapi pasien yang menyiapkan sendiri sejak pencarian daun hingga merebus.
Harap mafhum hingga saat ini di pasaran belum tersedia ekstraksi daun sirsak dalam kapsul seperti kapsul bermerek Graviola yang beredar di mancanegara. Oleh karena itu, mereka mempersiapkan sendiri. Pasien yang belum memiliki pohon biasanya membeli bibit sirsak. Dampaknya permintaan bibit juga meningkat. Produsen bibit buah-buahan di Pontianak, Kalimantan Barat, Simbul Haryadi mengatakan permintaan bibit sirsak pada September 2010 mencapai 400 bibit. Padahal, biasanya hanya 10 bibit per bulan. ‘Stok bibit di kebun sampai habis, sekarang saya sedang memperbanyak lagi,’ kata Haryadi.
Begitu juga permintaan di nurseri Tebuwulung milik Eddy Soesanto di Cijantung, Jakarta Timur, yang mencapai 600 – 700 bibit per bulan. Lonjakan permintaan signifikan itu terjadi dalam 4 bulan terakhir. Produsen bibit buah di Bogor, Jawa Barat, Syahril sama juga. Permintaan bibit durian belanda itu fantastis, sejak Agustus 2010 mencapai 3.000 – 5.000 tanaman per bulan; sebelumnya, 500 bibit per bulan. Harga bibit setinggi 40 – 50 cm di berbagai penangkar Rp20.000 – Rp30.000. Menurut para penangkar tingginya permintaan bibit sirsak berkaitan dengan pemanfaatan daun atau buah sebagai obat tradisional. Benar kata Yeni Sumarni yang juga mengonsumsi daun sirsak, ‘Obat kanker itu ternyata murah meriah, kita tak perlu mengeluarkan uang jutaan rupiah.’ (Sardi Duryatmo/Peliput: Endah Kurnia Wirawati, Lastioro Anmi Tambunan, & Tri Susanti)
Penawar Agar-agar
Pada hari pertama konsumsi rebusan daun sirsak, Yanti Sumiati tak merasakan perubahan berarti. Baru pada hari ke-2, ia berkeringat dingin. Bagian punggung panas sekali. Ia menggigil. Selain itu perut juga perih. ‘Rasanya saya ingin menyilet perut sendiri dan melihat bagian dalam ada apa sih?’ kata perempuan 32 tahun itu mengenang. Pada hari ke-3 konsumsi, kejadian itu terulang lagi. Punggungnya malah kian panas sehingga Yanti berendam diri di bak mandi untuk meredakannya.
Yulisnawati di Palembang, Sumatera Selatan, yang mengidap kanker payudara dan mengonsumsi daun sirsak mengalami hal sama. Ia merasakan panas dan nyeri di bagian payudara. Herbalis di Bogor, Jawa Barat, Valentina Indrajati (46 tahun), menemukan fakta serupa. Banyak pasiennya yang menghubungi Valentina pada hari ke-2 atau ke-3 pascakonsumsi daun sirsak. Mereka mengeluhkan panas dingin seperti keluhan Yanti. ‘Tapi tak semua pasien begitu, pada umumnya pasien-pasien kanker,’ kata herbalis yang meresepkan daun sirsak sejak 2006 itu. Pasien nonkanker tak menghadapi keluhan seperti itu.
Menurut pendiri Pusat Studi Biofarmaka Institut Pertanian Bogor, Prof Dr Ervizal AM Zuhud MS, tubuh panas dingin merupakan indikasi obat sedang bereaksi. Oleh karena itu ia menyarankan agar pasien meneruskan konsumsi daun sirsak. Pada hari ke-3 hingga kini, gejala seperti itu tak pernah muncul. Herbalis lain, Lina Mardiana juga mendapat laporan serupa dari para pasien. Untuk mengatasi hal itu, Mardiana menyarankan agar mereka merebus agar-agar hingga mendidih dan meminumnya ketika dingin. Panas dingin itu hanya berlangsung 2 hari. Pada hari-hari berikutnya pasien akan merasa nyaman. (Sardi Duryatmo)
sumber: Majalah Trubus Online




















